Pola hidup yang konsumtif, instan disertai kurangnya aktifitas fisik sehari-hari berpengaruh pada peningkatan IMT yang memicu peningkatan kadar asam urat. Tujuan penelitian adalah ingin mengetahui gambaran kadar urat dengan melihat IMT dan pola makan penghuni Asrama Barbara. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan pengaturan pola makan dan gaya hidup untuk menghindari peningkatan asam urat. Penelitian merupakan penelitian kuantitatif, deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel pada bulan September 2024 dengan 50 sampel (total sampling). Penelitian diawali dengan pengisian form kuisioner data tinggi dan berat badan serta kuisioner pola makan dilanjutkan pemeriksaan kadar asam urat menggunakan alat POCT. Analisa data menggunakan analisa univariat dan uji korelasi Pearson. Dari penelitian didapatkan persentase pola makan dengan kriteria baik 34%, kriteria cukup 64% dan kriteria kurang 2%. Persentase IMT dengan kriteria “Underweight” 30%, kriteria “Normal” 56%, kriteria “Overweight” 6% dan kriteria “Obesitas 1” 8%, sedangkan persentase kadar asam urat kriteria “Normal” 60% dan kriteria “Tidak Normal” 40%. Uji korelasi Pearson pada hubungan pola makan dengan kadar asam urat menghasilkan nilai signifikan 0,03 (p<0.05) dan pada hubungan IMT dengan kadar asam urat menghasilkan nilai signifikan 0.048 (p<0.05). Kesimpulan dari penelitian adalah ada hubungan bermakna antara pola makan dan IMT dengan kadar asam urat.
Copyrights © 2025