Gangguan jiwa, khususnya halusinasi pendengaran, merupakan salah satu kondisi yang dapat mengganggu kualitas hidup pasien. Art therapy, khususnya terapi menggambar, telah diusulkan sebagai intervensi yang potensial dalam mengelola gejala halusinasi baik pendengaran maupun penglihatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi menggambar terhadap penurunan tanda dan gejala pada pasien dengan halusinasi pendengaran di Rumah Sakit Jiwa Daerah dr. Arif Zainudin, Provinsi Jawa Tengah. Desain penelitian yang digunakan adalah case report dengan pendekatan evidence-based practice (EBP). Dalam penelitian ini terdapat 5 responden dengan gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran. Data dikumpulkan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan formulir yang berisi checklist tanda dan gejala halusinasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan dalam tanda dan gejala kognitif, afektif, fisiologis, perilaku, dan sosial setelah diberikan terapi menggambar. Setelah intervensi, seluruh pasien menunjukkan adanya perubahan yang ditandai dengan hilangnya sebagian besar gejala dan peningkatan kesejahteraan emosional. Hasil ini mendukung penggunaan art therapy sebagai terapi alternatif dalam manajemen halusinasi pendengaran.
Copyrights © 2025