Di Kota Bontang (Kalimantan Timur–Indonesia), pemerintah berupaya melakukan berbagai upaya untuk mengurangi dampak virus corona dengan meminta semua pihak untuk melakukan social distancing. Work From Home (WFH) dan memutuskan untuk membatalkan kegiatan belajar mengajar. Kebijakan ini tentunya akan berdampak pada perubahan perilaku sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya di Kota Bontang. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen sosial untuk mengetahui seberapa besar dampak COVID-19 terhadap perubahan perilaku sosial dan ekonomi di Bontang. Hal ini didukung objektivitas melalui survei yang melibatkan 500 unit responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 telah berdampak pada perubahan perilaku sosial masyarakat, antara lain: 1) responden memahami dan mulai terbiasa dengan kondisi new normal dalam beraktivitas meskipun masih ada harapan kondisi kembali normal segera; 2) responden tidak mengalami kesulitan dalam menerapkan Protokol Kesehatan meskipun sulit untuk menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari; 3) responden lelah dengan pandemi; 4) Sebagian besar responden setuju dan akan berpartisipasi dalam program vaksinasi COVID-19. Sementara itu, perubahan perilaku ekonomi menyimpulkan bahwa dari500 responden, terdapat 480 responden (96%) yang masih bekerja dan 7 responden (1,4%) working namun dirumahkan sementara, sebanyak 55 responden (31%) dengan peningkatan pengeluaran untuk makanan/minuman siap saji selama pandemi, 85 responden (17%) menurun dan 260 responden tetap (51,8%)
Copyrights © 2023