Ketika tokoh dalam novel menjalankan perannya, mereka pasti memiliki sifat dan masalahnya masing-masing. Hal inilah yang akan memengaruhi mereka dalam mengambil keputusan. Namun, ketika mengambil keputusan itu, mereka terkadang mengalami sejumlah pergolakan batin atau yang disebut dengan konflik psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan perspektif berbeda terhadap konflik batin yang dialami anak-anak dalam novel Semalam di Kereta Bima Sakti karya Miyazawa Kenji. Teori yang digunakan ialah teori psikologi sastra oleh Sigmund Freud untuk mengkaji konflik psikologis yang dialami tokoh dalam novel. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berasal dari kalimat atau ungkapan dalam novel yang mengandung struktur psikisme manusia. Teknik yang dipilih untuk mengumpulkan data ialah simak catat yang kemudian akan dianalis dengan reduksi data. Hasil penelitian didapat bahwa konflik batin yang dialami tokoh dalam novel mayoritas berkaitan dengan konflik sehari-hari yang biasa dijumpai. Namun, ada kalanya konflik tersebut terlalu berat bagi anak-anak hingga membuat mereka terpaksa untuk berpikir layaknya orang dewasa. Hal ini juga menjadi pengingat bahwa anak-anak sekalipun dapat mengalami konflik batin yang terbilang berat, semua itu tergantung lagi pada kepribadian anak dan lingkungan di sekeliling mereka.
Copyrights © 2025