Dalam perjalanan sejarah Republik Indonesia kekuatan masyarakat sipil selalu memiliki peranan penting dalam mengawal proses demokrasi, termasuk pada gerakan reformasi 1998. Penelitin ini bertujuan untuk mengelaborasi mengenai keterlibatan masyarakat sipil dalam proses reformasi 1998 yang berhasil memberhentikan Soeharto sebagai Presiden Republik Indonesai yang memerintah sekitar 32 tahun. Metode yang digunakan ialah metode penelitian sejarah yang terdiri atas empat tahap yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses reformasi dimulai dari adanya kelompok-kelompok masyarakat sipil dalam hal ini mahasiswa, peneliti, dan dosen aktif melakukan diskusi-diskusi sebagai bentuk keprihatinan atas kondisi ekonomi pada tahun 1997. Aksi tersebut berujung pada gerakan massa berupa demonstrasi di berbagai wilayah Republik Indonesia yang pada akhirnya membuat Soeharto berhenti sebagai Presiden Republik Indonesia pada 21 Mei 1998. Hasil penelitian ini penting sebagai penguatan bahwa kekuatan masyarakat sipil memiliki peranan penting dalam mengawal demokratisasi di Indonesia, sekaligus menekankan bahwa pemerintahan yang ditopang oleh berbagai kekuatan politik tetapi korup dan tidak mampu mewujudkan kesejahteraan rakyat, maka dapat berakhir dengan kekuatan massa sipil.
Copyrights © 2022