Mahasiswa perantau rentan mengalami kesepian, salah satu cara untuk mengalihkan perasaan kesepian dengan penggunaan smartphone sehingga smartphone akan menjadi penting dan menyebabkan timbulnya perasaan takut yang berlebihan apabila tidak dapat menggunakan smartphone yang disebut dengan nomophobia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesepian dengan nomophobia pada mahasiswa perantau Universitas Negeri Makassar. Sampel pada penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling. Subjek pada penelitian ini berjumlah 202. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan uji Spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kesepian dannomophobia pada mahasiswa perantau Universitas Negeri Makasssar (p = 0,001 < 0,05). Koefisien korelasi variabel kesepian dengan nomophobia sebesar 0,377 dan tergolong lemah. Penelitian ini juga menemukan bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat kesepian dan nomophobia berdasarkan jenis kelamin. Implikasi penelitian ini dapat menjadi evaluasi bagi mahasiswa perantau pada penggunaan smartphone guna meminimalisir munculnya perilaku nomophobia.
Copyrights © 2022