Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, inklusi keuangan, teman sebaya, dan uang saku terhadap perilaku menabung mahasiswa. Literasi keuangan merujuk pada kemampuan individu dalam memahami dampak dari berbagai keputusan keuangan, sedangkan inklusi keuangan adalah kondisi di mana masyarakat memiliki akses terhadap layanan keuangan yang aman, berkualitas, dan terjangkau. Kedua aspek ini, bersama dengan faktor sosial seperti pengaruh teman sebaya dan uang saku, diduga mempengaruhi perilaku menabung di kalangan mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, dengan pengumpulan data primer melalui kuesioner yang disebarkan kepada mahasiswa Universitas Pertiwi. Analisis data bertujuan untuk mengevaluasi seberapa besar literasi keuangan, inklusi keuangan, teman sebaya, dan uang saku mempengaruhi perilaku menabung mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan memiliki pengaruh positif signifikan terhadap perilaku menabung. Demikian pula, inklusi keuangan, teman sebaya, dan uang saku juga terbukti berpengaruh positif. Kesimpulan dari temuan ini menggarisbawahi pentingnya upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan mahasiswa, baik oleh institusi pendidikan maupun lembaga terkait. Selain itu, pengaruh lingkungan sosial, khususnya teman sebaya, perlu diperhatikan sebagai salah satu faktor yang dapat mendorong kebiasaan menabung yang baik.
Copyrights © 2024