Peningkatan cadangan devisa suatu negara umumnya dipandang sebagai indikator kesehatan ekonomi yang positif. Namun, fenomena penurunan cadangan devisa yang tidak diikuti dengan penurunan ekspor dan nilai tukar yang signifikan telah menjadi perhatian dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena ini bertentangan dengan teori yang mengaitkan penurunan cadangan devisa dengan pelemahan kinerja ekspor dan depresiasi nilai tukar. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat faktor lain yang lebih dominan dalam mempengaruhi cadangan devisa, yaitu pertumbuhan uang beredar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi cadangan devisa di 5 negara berkembang kawasan ASEAN dalam perspektif ekonomi islam. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang dipublikasikan melalui website Bank Dunia selama 5 tahun yaitu tahun 2018-2022 di 5 negara berkembang di kawasan ASEAN. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel ekspor tidak berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa. Sedangkan nilai tukar berpengaruh negatif dan signifikan terhadap cadangan devisa dan uang beredar berpengaruh positif dan signifikan terhadap cadangan devisa. Secara bersama-sama variabel ekspor, nilai tukar dan uang beredar berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa di 5 negara berkembang. Dalam perspektif ekonomi islam pengelolaan cadangan devisa boleh dilakukan dengan menekankan pentingnya sifat amanah dan tanggung jawab dalam mengelola kas negara.
Copyrights © 2024