Fenomena tawuran pelajar di Kabupaten Bandung mencerminkan masalah sosial yang kompleks karena dipicu oleh lemahnya norma, pengawasan yang tidak memadai, dan ketidakharmonisan antara nilai-nilai yang diajarkan di sekolah dan realitas sosial yang dihadapi pelajar yang seringkali mengarah pada perilaku kekerasan kolektif. Tindakan ini dapat dipahami melalui Teori Anomie Durkheim dimana pelajar terjebak dalam ikatan kelompok yang mendorong kekerasan sebagai bentuk ekspresi dan pencarian identitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dimana data dikumpulkan melalui wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Tawuran antar pelajar di Bandung mencerminkan perilaku agresif kolektif yang dipicu oleh tekanan sosial, kurangnya pengendalian diri, dan keinginan untuk mempertahankan kehormatan kelompok, serta kurangnya alternatif penyelesaian konflik yang damai; 2) Teori Anomie Durkheim menjelaskan tawuran sebagai reaksi terhadap ketidakseimbangan norma sosial yang memicu perilaku agresif kolektif sebagai cara untuk mencapai pengakuan dan solidaritas kelompok, meskipun melanggar norma sosial.
Copyrights © 2025