Peran gender dan struktur keluarga tradisional sering kali dibagi dengan cara yang sangat kaku dan stereotipikal. Laki-laki diharapkan untuk menjadi pencari nafkah utama, sementara perempuan lebih terfokus pada urusan rumah tangga dan pengasuhan anak, meskipun ada sedikit pergeseran sepanjang abad ke-20. Penelitian ini mengkaji transformasi peran gender dan struktur keluarga Indonesia di Era Society 5.0. Studi ini menggunakan metode pendekatan kualitatif studi kasus pada 3 wanita bekerja dan 3 ibu rumah tangga di Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan pembagian tugas domestik tidak lagi ditentukan secara rigid berdasarkan jenis kelamin, melainkan berdasarkan pada kemampuan individu, kebutuhan keluarga, dan kesepakatan bersama. Teknologi digital memainkan peran kunci dalam mentransformasi negosiasi peran, dan memfasilitasi komunikasi keluarga yang lebih transparan dan inklusif.
Copyrights © 2025