Penelitian ini menginvestigasi hubungan antara anak-anak dan fenomena merokok di bawah umur dengan pendekatan yang ditinjau dari Teori Asosiasi Diferensial. Teori ini memandang perilaku individu sebagai hasil dari asosiasi mereka dengan lingkungan sosial dan kultural mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menggunakan studi pustaka. Temuan utama menunjukkan bahwa faktor-faktor lingkungan, seperti keluarga dan teman sebaya, serta paparan terhadap iklan rokok, memainkan peran penting dalam membentuk perilaku merokok pada anak di bawah umur. Hasil ini sesuai dengan prediksi Teori Asosiasi Diferensial, yang menekankan pentingnya asosiasi individu dengan lingkungannya dalam membentuk perilaku. Implikasi kebijakan dari penelitian ini menyoroti perlunya intervensi yang lebih kuat untuk mengubah norma sosial terkait merokok pada anak-anak, serta penegakan hukum yang lebih ketat terhadap penjualan rokok kepada anak di bawah umur. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi fenomena merokok di bawah umur, dan menawarkan landasan untuk pengembangan strategi pencegahan yang lebih efektif dalam menangani masalah ini.
Copyrights © 2024