Pembahasan mengenai kelompok kriminal sering kali menggambarkan stereotip individu sebagai perusuh jalanan yang bertujuan untuk menimbulkan kerusakan dan melanggar norma-norma lingkungan, tanpa mempertimbangkan hak dan keselamatan individu lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan metodologi kualitatif deskriptif dengan mengacu pada literatur yang relevan. Beberapa kelompok kriminal dapat diidentifikasi sebagai entitas yang cenderung terlibat dalam kekerasan, karena perilaku dan aktivitas kriminal mereka memiliki potensi untuk memunculkan tindakan kekerasan dan niat untuk melakukannya. Setiap tindakan yang dilakukan oleh anggota kelompok bertujuan untuk memperkuat dan menegaskan loyalitas mereka terhadap satu sama lain. Kenakalan remaja merupakan fenomena perilaku yang melanggar norma sosial dalam suatu komunitas tertentu. Dalam konteks ini, kenakalan remaja tidak hanya mencakup tindakan kriminal yang signifikan, tetapi juga perilaku yang melanggar aturan dan norma yang berlaku.
Copyrights © 2024