Penelitian ini menginvestigasi fenomena perundungan di lingkungan sekolah, dengan fokus pada bagaimana sekolah menjadi tempat lahirnya perilaku perundungan bagi anak-anak, dengan menggunakan kerangka teoritis dari teori kontrol sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah memainkan peran penting dalam dinamika perundungan, di mana faktor-faktor seperti ketidaksetaraan kekuasaan, kurangnya pengawasan, dan norma-norma budaya mempengaruhi terjadinya perundungan di antara anak-anak. Teori kontrol sosial digunakan sebagai kerangka analisis untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi perundungan di sekolah. Penelitian ini menyoroti perlunya tindakan preventif dan intervensi yang efektif untuk mengatasi perundungan di lingkungan sekolah, termasuk peningkatan kesadaran tentang perundungan, pelatihan bagi guru dan staf sekolah, serta penerapan kebijakan sekolah yang jelas dan berkelanjutan. Dengan kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat, diharapkan tingkat perundungan di sekolah dapat dikurangi secara signifikan.
Copyrights © 2024