Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teori asosiasi diferensial terhadap perilaku konsumsi minuman keras pada remaja. Dalam konteks ini, teori asosiasi diferensial digunakan sebagai kerangka kerja untuk memahami bagaimana lingkungan sosial dan interaksi individu memengaruhi kecenderungan remaja dalam mengonsumsi minuman keras. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan studi pustaka. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti pengaruh teman sebaya, dukungan keluarga terhadap konsumsi minuman keras, dan paparan terhadap budaya populer yang menggambarkan minuman keras secara positif memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku konsumsi minuman keras remaja. Implikasi dari temuan ini menekankan pentingnya peran lingkungan sosial dalam membentuk perilaku remaja terkait dengan minuman keras, serta perlunya intervensi yang bertujuan untuk mengubah norma sosial yang mendukung konsumsi minuman keras di kalangan remaja.
Copyrights © 2024