Penelitian ini bertujuan untuk mendalami fenomena kenakalan anak yang terkait dengan praktik balap liar, dengan menggunakan kerangka teori Sub-Kultur. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang motivasi, perilaku, dan pola hubungan sosial anak-anak yang terlibat dalam aktivitas tersebut. Remaja yang terlibat dalam balap liar memiliki motivasi yang kompleks, termasuk keinginan untuk mencari keberanian, status sosial, dan rasa persaudaraan dalam komunitas mereka. Faktor-faktor lingkungan, seperti kurangnya alternatif rekreasi yang aman dan ketidakmampuan sistem pendidikan untuk memberikan motivasi yang memadai bagi anak-anak, juga memainkan peran dalam peningkatan partisipasi mereka dalam aktivitas ini.
Copyrights © 2024