Peningkatan signifikan minat masyarakat terhadap investasi ditandai dengan pembelian saham perusahaan go-public. Dari sisi perusahaan, penjualan saham di pasar modal merupakan strategi untuk menghimpun dana pihak eksternal guna mengembangkan bisnis dan meningkatkan laba. Prosedur ini disebut Initial Public Offering (IPO) dan sering kali menimbulkan fenomena underpricing dalam kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan memastikan dampak pengaruh Persentase Penawaran Saham (PPS), Umur Perusahaan (UM), Ukuran Perusahaan (UK), dan Tujuan Penggunaan Dana (TPD) terhadap Tingkat Underpricing pada perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) periode tahun 2016 – 2022. Sampel penelitian berjumlah 278 perusahaan yang dipilih melaui metode purposive sampling. Akan tetapi, 19 dari 278 sampel merupakan data outlier yang tidak lolos uji normalitas pada uji asumsi klasik, sehingga jumlah sampel penelitian tersisa 259 sampel. Hasil menunjukkan bahwa variabel PPS berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat underpricing, sedangkan TPD berpengaruh negatif signifikan terhadap tingkat underpricing. Selain itu, variabel lainnya (UM dan UK) tidak berpengaruh terhadap tingkat underpricing.
Copyrights © 2024