Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kapabilitas APIP, maturitas SPIP, manajemen risiko indeks, monitoring center for prevention (MCP), dan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) terhadap capaian kinerja pencegahan korupsi pemerintah daerah di Indonesia. Unit analisis dalam penelitian ini adalah pemerintah provinsi dan kota di Indonesia. Metode pemilihan sampel penelitian adalah dengan metode purposive sampling yang terdiri dari 242 data pemerintah provinsi dan kota dengan kriteria pemerintah provinsi dan kota yang telah dievaluasi kapabilitas APIP, maturitas SPIP, manajemen risiko indeks, MCP, dan SPBE pada tahun 2022 dan 2023. Teknik analisis menggunakan metode analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa monitoring for prevention (MCP) dan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) berpengaruh signifikan terhadap capaian kinerja pencegahan korupsi pemerintah daerah di Indonesia. Di sisi lain, kapabilitas APIP, maturitas SPIP, dan manajemen risiko indeks menunjukkan hasil tidak berpengaruh signifikan terhadap capaian kinerja pencegahan korupsi pemerintah daerah di Indonesia. Penelitian ini dapat menjadi referensi bagi regulator agar memastikan bahwa hambatan seperti adanya faktor politik yang dapat mempengaruhi indepensi APIP dalam pencegahan korupsi, dapat teratasi.
Copyrights © 2024