Dalam era globalisasi, lulusan perguruan tinggi perlu memiliki daya saing yang mencakup keterampilan praktis dan soft skill yang relevan. Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri, namun efektivitasnya masih perlu dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh MBKM dalam meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain survei dengan 100 responden mahasiswa peserta MBKM. Penelitian ini mengukur empat aspek yaitu keterampilan praktis, soft skill, pemahaman industri, dan peluang kerja. Hasil menunjukkan bahwa 65% responden mengalami peningkatan keterampilan praktis, 72% merasakan pengembangan soft skill, dan 70% menyatakan adanya peningkatan peluang kerja, meski hanya 42% yang merasakan peningkatan pemahaman industri. Kesimpulan menunjukkan bahwa MBKM berkontribusi positif terhadap kesiapan kerja mahasiswa, namun perlu peningkatan agar lebih relevan dengan kebutuhan industri lokal. Temuan ini menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri untuk mempersiapkan lulusan yang lebih kompetitif.
Copyrights © 2025