Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memberikan peluang besar bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi lintas disiplin dan pengalaman dunia kerja. Namun, implementasinya kerap memicu stres akademik akibat beban tugas yang berat, tantangan manajemen waktu, kurangnya dukungan sosial, dan adaptasi terhadap sistem pembelajaran baru. Penelitian ini menggunakan metode Kualitaif dengan pengumpulan data wawancara dan studi literatur untuk menganalisis fenomena stres akademik mahasiswa STIE Pembangunan Tanjungpinang dalam konteks MBKM. Dampak stres meliputi gangguan kognitif, emosional, fisik, dan perilaku, seperti kesulitan konsentrasi, kecemasan, kelelahan fisik, dan perubahan perilaku. Strategi pengelolaan stres mencakup manajemen waktu, dukungan kampus, layanan konseling psikologi, dan pengembangan keterampilan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan dasar bagi institusi dalam merancang kebijakan adaptif guna meminimalkan stres akademik dan memaksimalkan manfaat MBKM.
Copyrights © 2025