Analisis kestabilan lereng dilakukan pada wilayah bekas tambang bertujuan untuk mengetahui tingkat kestabilan lereng lahan bekas tambang tersebut dipastikan keamanannya. Serangkaian data yang diperlukan meliputi data topografi dan litologi dan data sifat fisik dan mekanik material lereng. Selanjutnya dilakukan perhitungan stabilitas lereng (faktor keamanan) menggunakan metode kesetimbangan batas dengan pendekatan metode Simplified Bishop melalui software Rocscience Slide. Dibuat 5 sayatan yang diharapkan dapat mewakili kondisi aktual pada lereng yang dikaji. Nilai faktor keamanan minimum yang digunakan yaitu FK ≥ 1,3. Hasil perhitungan faktor keamanan lereng diperoleh 2 sayatan termasuk kategori stabil yaitu sayatan A-A’ dan C-C’ dengan nilai FK yaitu 1,434 dan 1,658. Sayatan B-B’, D-D’ dan E-E’ masuk kategori lereng tidak stabil dengan nilai FK sebesar 1,27, 0,796, dan 0,766. Guna mempertahankan faktor keamanan minimum maka lereng yang tidak stabil dilakukan desain ulang dengan cara mengubah geometri lereng. Hasil optimalisasi geometri lereng keseluruhan sayatan B-B’ didapatkan tinggi lereng 28 meter dengan sudut lereng 17° menghasilkan nilai FK 1,342, untuk lereng keseluruhan pada sayatan D-D’ didapatkan tinggi lereng 47,68 meter dengan sudut lereng 19° menghasilkan nilai FK 1,301 dan lereng keseluruhan pada sayatan E-E’ didapatkan tinggi lereng 67,14 meter dengan sudut lereng 17° menghasilkan nilai FK 1,398
Copyrights © 2024