Lansia mengalami berbagai perubahan fisiologis yang dapat meningkatkan risiko hiperurisemia akibat gangguan metabolisme purin. Hiperurisemia yang tidak ditangani dapat berkembang menjadi gout arthritis yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Terapi non-farmakologis, seperti rebusan daun sirsak yang mengandung flavonoid dan senam ergonomis, diketahui memiliki potensi dalam menurunkan kadar asam urat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi kombinasi rebusan daun sirsak dan senam ergonomis terhadap kadar asam urat pada lansia dengan hiperurisemia. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan rancangan pretest-posttest control group. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan total 64 responden yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan intervensi berupa kombinasi rebusan daun sirsak dan senam ergonomis, sedangkan kelompok kontrol hanya diberikan senam ergonomis. Pengukuran kadar asam urat dilakukan sebelum dan setelah intervensi menggunakan alat Elvasense. Pada kelompok eksperimen, mayoritas responden mengalami kadar asam urat tinggi sebelum intervensi. Setelah diberikan terapi kombinasi rebusan daun sirsak dan senam ergonomis, terdapat penurunan signifikan kadar asam urat. Kelompok kontrol juga terdapat penurunan signifikan asam urat. Uji statistik yang digunakan yaitu uji Wilcoxon, dengan hasil yang didapatkan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan masing-masing nilai diperoleh p-value = 0,000. Maka dari itu menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari terapi kombinasi tersebut pada lansia. Kesimpulan: Terapi kombinasi rebusan daun sirsak dan senam ergonomis berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar asam urat pada lansia dengan hiperurisemia. Oleh karena itu, terapi ini dapat dijadikan alternatif non-farmakologis dalam manajemen hiperurisemia pada lansia.
Copyrights © 2025