Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana kemasan dan bentuk permen Hot Hot Pop menyampaikan pesan visual dan sensorik, dengan menggunakan pendekatan semiotika dari Roland Barthes. Produk ini dipilih karena kemasan dan bentuk fisiknya yang unik dan tidak biasa, serta adanya perbedaan antara nama produk dengan tampilan visualnya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika menurut Barthes, yang mencakup beberapa tahap: identifikasi elemen visual, pengkodean berdasarkan lima kode Barthes, analisis makna denotatif, interpretasi makna konotatif, eksplorasi mitos, dan pengungkapan ideologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen visual pada kemasan (seperti warna biru, karakter dengan rambut berbentuk petir, dan ekspresi terkejut) serta bentuk permen yang mirip kaki manusia menyimpan makna konotatif yang rumit, yang berhubungan dengan sensasi dan tantangan. Kontradiksi antara warna biru pada kemasan dengan nama “HOT HOT” menimbulkan ketegangan kognitif yang justru meningkatkan daya ingat terhadap produk ini. Permen Hot Hot Pop membangun mitos tentang "sensasi dan tantangan" serta "subversi dan keunikan," yang mencerminkan nilai-nilai konsumerisme dan hedonisme dalam budaya modern. Berdasarkan lima kode semiotik Barthes, produk ini mengaktifkan kode hermeneutik melalui teka-teki pengalaman sensorial, kode semantik melalui ekspresi terkejut, kode simbolik melalui oposisi biner, kode proaretik melalui narasi konsumsi, dan kode kultural melalui referensi pada kartun dan logo halal.
Copyrights © 2025