ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Desentralisasi Fiskal yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah, Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum, dan Dana Alokasi Khusus terhadap Belanja Modal di Kabupaten dan Kota Jawa Timur tahun 2016-2020. Data yang digunakan bersumber dari laporan realisasi anggaran yang dipublikasikan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (DJPK). Jenis penelitian kuantitatif menggunakan analisis data regresi berupa data panel yang merupakan gabungan data time series tahun 2016 - 2020 dan data cross-section 28 Kabupaten dan 9 Kota di Provinsi Jawa Timur sebanyak 185 sampel menggunakan software Eviews 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendapatan Asli Daerah dan Dana Bagi Hasil tidak berpengaruh terhadap Belanja Modal sedangkan Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus berpengaruh terhadap Belanja Modal.Kata Kunci: Desentralisasi Fiskal, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, Belanja ModalABSTRACTThis study aims to determine the effect of Fiscal Decentralisation sourced from Regional Original Revenue, Revenue Sharing Funds, General Allocation Funds, and Special Allocation Funds on Capital Expenditures in East Java Regencies and Cities in 2016-2020. The data used comes from the budget realisation report published by the Directorate General of Fiscal Balance of the Ministry of Finance (DJPK). This type of quantitative research uses regression data analysis in the form of panel data which is a combination of time series data from 2016 - 2020 and cross-section data of 28 districts and 9 cities in East Java Province as many as 185 samples using Eviews 10 software. The results showed that Regional Original Revenue and Revenue Sharing Fund had no effect on Capital Expenditure while General Allocation Fund and Special Allocation Fund had an effect on Capital Expenditure.Keywords: Fiscal Decentralisation, General Allocation Fund, Special Allocation Fund, Capital Expenditure
Copyrights © 2024