Kafe di Kota Semarang, khususnya di kawasan Tembalang, telah mengalami transformasi menjadi lebih dari sekadar tempat untuk menikmati minuman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi atribut-atribut yang mempengaruhi perilaku pengunjung kafe di Tembalang serta menganalisis hubungan antara desain interior, suasana sosial, dan perilaku pengunjung. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode behavioral mapping, penelitian ini berusaha memetakan aktivitas pengunjung di dalam kafe. Behavioral mapping memungkinkan visualisasi pola perilaku pengunjung terkait dengan desain interior dan suasana sosial kafe. Konsep behavior setting menjadi kerangka teoritis dalam memahami interaksi antara individu dan lingkungan fisik kafe. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan rekomendasi desain interior dan pengelolaan kafe yang lebih efektif, sehingga dapat meningkatkan kenyamanan dan kepuasan pengunjung. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang arsitektur dan desain interior, khususnya dalam konteks ruang publik seperti kafe.
Copyrights © 2024