Batavia yang kini dikenal sebagai Jakarta, sejak abad ke-17 menjadi pusat administrasi dan perdagangan Belanda di Asia Tenggara, dengan pelabuhan Sunda Kelapa sebagai kawasan perdagangan kelautan utama. Pelabuhan ini dipenuhi gudang-gudang rempah, termasuk gudang di barat (kini Museum Bahari) dan Gedung Galangan Kapal di timur. Gedung Galangan Kapal VOC, peninggalan bersejarah, dialihfungsikan menjadi restoran dan hotel setelah renovasi tahun 1996. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, gedung ini dilindungi untuk menjaga dan memanfaatkan warisan budaya secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan strategi pengelolaan dan promosi agar zona perdagangan kelautan Batavia dapat dihidupkan sebagai destinasi wisata. Metode kualitatif digunakan dengan penelusuran online, jurnal, e-book, dan survei lapangan. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta diharapkan dapat mengintegrasikan Galangan Kapal, Museum Bahari, Menara Syahbandar, dan Pasar Hexagon menjadi kawasan wisata maritim yang menarik, berkontribusi pada ekonomi lokal, serta melestarikan arsitektur dan sejarah.
Copyrights © 2024