Artikel ini mengkaji tentang praktik pembacaan 100.000 surah al-Ikhlaṣ dalam adat kematian di tengah pandemi Covid-19 di desa Candimulyo. Praktik ini dilakukan bersama-sama yakni melalui perkumpulan, waktu dan tempat tertentu. Untuk melihat bagaimana keterlibatan umat Islam dalam berkomunikasi dengan Al-Qur’an maka kajian living qur’an ini akan di fokuskan pada dua pertanyaan penting, pertama bagaimana praktik pengamalan pembacaan 100.000 surah Al-Ikhlaṣ di desa Candimulyo dan dampaknya bagi masyarakat?, kedua bagaimana praktik amalan tersebut ketika pandemi covid menyerang? penelitian ini merupakan penelitian lapanganyang dilakukan dnegan teknik interview. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dengan adanya praktik pembacaan 100.000 surah Al-Ikhlaṣ dimaksudkan untuk memohon ampun atas dosa dan keringanan siksa kepada Allah atas apa yang telah dilakukan oleh orang yang meninggal dunia dan guna menjaga kerukunan antar warga. Adapun sehubungan dengan adanya pandemi covid-19 maka tradisi pembacaan 100.000 surah al-Ikhlaṣ mengalami perubahan dalam hal strategi pelaksanaannya karena menyesuaikan dengan situasi dan kondisi terkini virus Corona serta mengikuti pedoman pemerintah dan konvensi kesehatan.
Copyrights © 2023