Di Indonesia kanker serviks berada diurutan kedua kasus kanker tebanyak, dengan 36.633 kasus dan 21.003 kematian. Jumlah kasus kanker serviks di Yogyakarta tahun 2021 hingga 2022 mengalami peningkatan dari 315 kasus menjadi 479 kasus dan 56 kematian. Rendahnya cakupan deteksi diniĀ merupakan salah satu alasan kanker serviks terus berkembang. Hampir 70 % pasien kanker dideteksi pada stadium lanjut. Perilaku masih menjadi penghambat WUS untuk melakukan deteksi dini kanker serviks. perilaku dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti peran petugas kesehatan dan sikap WUS. Untuk mengetahui hubungan peran petugas kesehatan dan sikap WUS dengan perilaku pemeriksaan IVA. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain studi korelasi. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Sedayu II dengan jumlah sampel 67 WUS. Teknik pengambilan sampling dengan teknik purposive sampling. Analisis terdiri dari analisa univariat menyimpulkan distribusi frekuensi dan analisa bivariat menggunakan analisa chi-square. Hasil uji Chi square antara peran petugas kesehatan dengan perilaku pemeriksaan IVA didapatkan hasil P value 0,001 dengan nilai koefisien kontingensi sebesar 0,366, sedangkan sikap WUS dengan perilaku pemerikasaan IVA didapatkan hasil p value 0,000 dengan nilai koefisien kotingensi 0,454. Ada hubungan antara peran petugas kesehatan dan sikap WUS dengan perilaku pemeriksaan IVA
Copyrights © 2025