Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi yang dilakukan mahasiswa program studi ilmu perpustakaan Universitas Sari Mutiara-Indonesia dalam memverifikasi informasi di media sosial untuk menghindari penerimaan dan penyebaran informasi bohong yang merugikan banyak orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi dan wawancara yang melibatkan sepuluh informan yang telah dipilih dengan menggunakan teknik convenience sampling. Informan yang dipilih merupakan alumni dan mahasiswa S-1 Perpustakaan dan Sains Informasi USM Indonesia angkatan 2021-2024 yang sudah sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik thematic analysis. Teori yang digunakan yaitu teori Mike Caulfield yaitu The Four Moves maksudnya empat gerakan untuk memverifikasi sumber informasi (Stop, Investigate the source, Find better coverage, Trace claim). Berdasarkan hasil penelitian, strategi verifikasi informasi yang digunakan mahasiswa untuk menghindari hoax adalah mencermati dahulu akun yang menyebarkan konten tersebut. Selanjutnya, melihat tanggapan dari pengguna lain di kolom komentar. Selain itu, membandingkan dengan sumber lain atau media sosial lainnya untuk mencari sumber utama. Tantangan yang dialami yaitu rasa malas dan penyebaran informasi yang sangat cepat dan banyak menjadikan sulit untuk diverifikasi.
Copyrights © 2025