Sistem Pengendalian Internal (SPI) yang efektif merupakan kunci keberlangsungan suatu organisasi. Namun, banyak organisasi, terutama klien Kantor Akuntan Publik (KAP), masih mengandalkan pencatatan manual dan memiliki kelemahan dalam mekanisme otorisasi. Hal ini berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan, risiko penyalahgunaan wewenang, dan laporan keuangan yang tidak akurat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memahami secara mendalam persepsi manajemen dan staf akuntansi mengenai sistem pengendalian internal (SPI) pada klien Kantor Akuntan Publik (KAP). Melalui wawancara mendalam dan studi kasus, penelitian ini akan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas SPI, termasuk penggunaan sistem informasi akuntansi dan mekanisme otorisasi.
Copyrights © 2025