Perusahaan asuransi jiwa merupakan entitas yang berperan dalam penanggulangan risiko melalui pemberian jaminan perlindungan finansial kepada pemegang polis. Di sisi lain, asuransi juga berfungsi sebagai bentuk investasi di mana dana yang dihimpun dari pemegang polis diinvestasikan ke dalam instrumen keuangan yang menguntungkan. Kepemilikan polis asuransi bertujuan untuk memberikan kompensasi atas kerugian yang dialami oleh tertanggung, sehingga pemahaman mengenai nilai pertanggungan menjadi aspek yang krusial. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor penyebab gagal bayar klaim asuransi jiwa pada PT Wanaartha Life. Analisis ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait penyebab utama permasalahan tersebut serta mengevaluasi sistem manajemen risiko dan tata kelola perusahaan. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi industri asuransi dalam meningkatkan kepercayaan publik serta membantu nasabah dalam memilih perusahaan asuransi yang memiliki kredibilitas tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan berbagai informan, termasuk manajer, tenaga pemasaran, dan nasabah PT Wanaartha Life. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap gagal bayar klaim asuransi jiwa, antara lain: (1) pelanggaran terhadap tingkat solvabilitas minimum yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga perusahaan tidak dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya; (2) rasio kecukupan investasi yang tidak memadai, di mana aset investasi perusahaan tidak mampu menutupi kewajiban klaim; serta (3) ketidaksesuaian ekuitas minimum dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Kasus PT Wanaartha Life mencerminkan tantangan yang dihadapi industri asuransi dalam aspek pengelolaan klaim dan transparansi operasional. Dampak yang ditimbulkan dari permasalahan ini tidak hanya bersifat finansial bagi nasabah, tetapi juga dapat memengaruhi stabilitas emosional dan sosial mereka. Oleh karena itu, evaluasi menyeluruh terhadap sistem manajemen risiko dan regulasi asuransi menjadi langkah penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang
Copyrights © 2025