Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak deflasi terhadap perekonomian Provinsi Lampung, dengan fokus pada sektor-sektor utama ekonomi seperti pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia (BI), serta kementerian terkait, penelitian ini menemukan bahwa deflasi di Lampung berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, daya beli masyarakat, dan tingkat pengangguran. Penurunan harga komoditas utama seperti kopi dan karet menurunkan pendapatan petani, yang kemudian berdampak pada penurunan konsumsi rumah tangga dan peningkatan kemiskinan. Sektor industri pengolahan juga merasakan dampak dengan berkurangnya kapasitas produksi dan meningkatnya pengangguran. Penelitian ini merekomendasikan kebijakan fiskal yang lebih proaktif, seperti pemberian subsidi kepada petani, serta diversifikasi ekonomi untuk mengurangi ketergantungan pada sektor pertanian. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan perekonomian Provinsi Lampung dapat lebih stabil dan lebih tahan terhadap fluktuasi harga komoditas.
Copyrights © 2025