Kebakaran hutan di Indonesia merupakan bencana tahunan yang berdampak signifikan terhadap ekosistem, kesehatan masyarakat, dan ekonomi. Dalam upaya penanggulangannya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menerapkan pengambilan keputusan berbasis risiko (risk-based decision-making). Penelitian ini mengkaji efektivitas pendekatan tersebut, dengan menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif melalui studi kasus kebijakan KLHK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan berbasis risiko mencakup langkah-langkah seperti deteksi dini menggunakan teknologi, patroli hutan, penegakan hukum, dan kampanye edukasi. Namun, implementasi kebijakan ini masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan teknologi, rendahnya keterlibatan masyarakat, dan lemahnya penegakan hukum. Studi ini menyarankan perlunya penguatan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk meningkatkan efektivitas kebijakan. Dengan langkah-langkah ini, kebakaran hutan dapat diminimalkan, sehingga keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat dapat terjaga
Copyrights © 2025