Penelitian ini bertujuan untuk memahami komunikasi interpersonal jarak jauh antara anak dan ibu pada mahasiswa Politeknik LP3I Bandung. Studi ini berfokus pada tantangan, adaptasi, dan kualitas komunikasi yang terjadi dalam hubungan keluarga yang terpisah secara geografis. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dengan teori skema hubungan keluarga. Peneliti mewawancarai empat mahasiswa rantau dari angkatan 2022–2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi jarak jauh dilakukan menggunakan media seperti telepon, video call, dan WhatsApp. Faktor penghambat yang ditemukan meliputi kesibukan masing-masing pihak, kendala sinyal, dan keterbatasan teknologi yang dimiliki ibu. Namun, mahasiswa berusaha menjaga hubungan tetap harmonis dengan komunikasi yang intens, berbagi topik-topik baru, dan menyesuaikan waktu luang. Studi ini menyoroti pentingnya komunikasi adaptif dan peran keluarga dalam mendukung hubungan emosional meskipun terpisah jarak.
Copyrights © 2025