Antioksidan didefinisikan sebagai zat alami maupun zat sintetis yang dapat melindungi sel karena proses oksidasi. Antioksidan alami yang didapat dari alam yaitu akar bajakah (Spatholobus littoralis Hassk) diteliti dengan uji aktifitas antioksidan DPPH secara in vitro memiliki potensi antioksidan yang kuat. Induksi aloksan bertujuan untuk membuat hewan uji stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia pada ekstrak etanol akar bajakah (EEAB) dan membuktikan aktivitas EEAB secara in vivo dengan parameter kadar malondialdehid (MDA) pada hati dan plasma darah tikus aloksan. Akar bajakah diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% selama 3 hari. Pada penelitian ini menggunakan 30 ekor tikus yang dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kontrol normal, kontrol positif Vitamin C, kelompok 4-6 berturut-turut diberikan EEAB dosis 50, 100, 200 mg/kgBB. Induksi aloksan dilakukan secara intraperitonial. Perlakuan dilakukan selama 9 hari. Pengambilan sampel darah sebelum perlakuan sebagai baseline, setelah induksi aloksan, dan pada hari ke 3, 6, dan 9. Pada hari terakhir perlakuan tikus diterminasi, menunjukkan bahwa hasil uji skrining fitokimia EEAB mengandung senyawa saponin, fenolik, flavonoid, terpenoid, dan steroid. Dari hasil uji penelitian menunjukkan EEAB positif senyawa saponin, fenolik, flavonoid, dan terpenoid dan memiliki potensi antioksidan pada dosis 200mg/KgBB.
Copyrights © 2025