Asupan gizi dimulai dari aktivitas sarapan. Sarapan berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan zat gizi yang berguna dalam proses fisiologis pada tubuh. Namun, seringkali siswa mengabaikan sarapan pagi. Sarapan juga memberikan berpengaruh terhadap konsentrasi pada saat belajar karena otak akan sulit untuk berkonsentrasi jika tubuh kekurangan asupan nutrisi. Sarapan dikatakan dapat mengurangi obesitas dan mendukung status gizi yang lebih baik. Studi ini bertujuan untuk melihat hubungan kebiasaan sarapan dengan indeks massa tubuh (IMT) pada pelajar SMP Negeri 1 Long Bagun. Studi analitik ini dilakukan terhadap 184 orang pelajar yang diambil secara consecutive non random sampling. Data diambil menggunakan kuesioner dan pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk penentuan status gizi. Pelajar SMPN 1 Long Bangun paling banyak memiliki kategori kebiasaan sarapan yang jarang (85 pelajar; 46,2%) dan memiliki IMT berlebih (95 pelajar; 51,6%). Hasil studi menunjukkan bahwa kebiasaan sarapan berkorelasi dengan indeks massa tubuh (IMT) pada pelajar (pā=ā0,0005). Sarapan pagi rutin setiap harinya sebelum berangkat sekolah dapat disiasati dengan menyiapkan terlebih dahulu menu makanan yang akan dikonsumsi pada waktu malam hari agar tidak terburu-buru saat pagi harinya, khususnya mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang sesuai kebutuhan pelajar.
Copyrights © 2024