Ketoprak menjadi seni drama tradisional Jawa yang banyak digemari oleh masyarakat, karena mengangkat cerita yang melibatkan unsur cinta dan kuasa. Lakon ketoprak Gendam merupakan salah satu drama tradisional yang telah difilmkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap cinta dan kuasa priyayi Jawa yang terpresentasikan dalam film ketoprak Gendam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes yang terdiri atas makna denotasi, konotasi, dan mitos. Pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laki-laki dalam upaya mencapai suatu tujuannya akan melakukan berbagai macam cara, termasuk praktik ajian gendam. Sebagaimana ditunjukkan oleh tokoh bernama Raden Pabelan. Ajian gendam digunakan untuk memperkuat kedudukan cinta dan kuasa Raden Pabelan, namun menyebabkan keruntuhan dari keduanya karena tidak didasari oleh moralitas dan etika. Sebagai akibat dari ajian gendam, lahirlah karma. Penelitian ini juga menyoroti bagaimana karma dapat dicegah seperti memperhatikan nilai moral dalam penggunaan ilmu magis.
Copyrights © 2025