Malnutrisi pada anak usia sekolah di Indonesia merupakan masalah serius, dengan prevalensi gizi kurang dan lebih yang signifikan. Penyakit infeksi seperti diare dan ISPA dapat memperburuk status gizi anak, menciptakan siklus malnutrisi yang berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara riwayat penyakit infeksi dan status gizi anak di SD Negeri 72 Manado. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 104 siswa usia 6-12 tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri, serta dianalisis menggunakan uji Chi-square dan Fisher’s exact. Hasil menunjukkan bahwa 70,2% anak memiliki status gizi normal. Terdapat hubungan signifikan antara riwayat penyakit infeksi diare (p=0,005), TB Paru (p=0,019), campak (p=0,003), dan kecacingan (p<0,001) dengan status gizi anak. Namun, tidak ada hubungan signifikan antara ISPA (p=0,634) dan pneumonia (p=1,000) dengan status gizi. Penelitian ini menemukan bahwa riwayat penyakit infeksi, khususnya diare, TB Paru, campak, dan kecacingan, berhubungan dengan status gizi anak di SD Negeri 72 Manado. Hal ini menunjukkan pentingnya intervensi kesehatan untuk mencegah penyakit infeksi dan meningkatkan status gizi anak.
Copyrights © 2025