Jurnal Titik Imaji
Vol 8, No 1 (2025): JURNAL TITIK IMAJI

LANSKAP DAN NILAI ESTETIS: MEMBANGUN IDENTITAS DALAM FILM SANG PENARI

Hendiawan, Teddy (University of Multimedia Nusantara)



Article Info

Publish Date
30 Mar 2025

Abstract

Lanskap pada film sering kali berfungsi sebagai elemen kunci yang mencerminkan identitas budaya dan sosial. Film Sang Penari menampilkan lanskap yang kaya, yang tidak hanya berfungsi sebagai latar, tetapi juga sebagai simbol yang memperkuat tema identitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana nilai estetis lanskap dalam film ini berkontribusi pada pembentukan identitas karakter.  Menggunakan metode   kualitatif deskriptif dengan pendekatan estetika visual, yang mencakup analisis elemen-elemen visual seperti warna, komposisi, dan interaksi karakter dengan landskap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lanskap dalam Sang Penari berfungsi sebagai manifestasi dari konflik batin karakter dan nilai-nilai tradisional yang dihadirkan dalam narasi. Nilai estetis lanskap dalam film Sang Penari memainkan peran kunci dalam membangun identitas budaya dan memperkaya narasi film. Melalui keteraturan (order), ketidakteraturan (chaos), dan simbolisme yang mendalam, lanskap tidak hanya menciptakan keindahan visual, tetapi juga memperkuat tema identitas, tradisi, dan spiritualitas. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya pemahaman terhadap elemen visual dalam film sebagai alat untuk mengeksplorasi dan merepresentasikan identitas budaya, serta membuka ruang bagi penelitian lebih lanjut mengenai hubungan antara lanskap dan narasi dalam konteks sinema Indonesia

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

titik-imaji

Publisher

Subject

Arts Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Titik Imaji merupakan jurnal ilmiah akademik yang diterbitkan oleh Progam Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Desain dan Teknologi, Universitas Bunda Mulia. Jurnal ini bertujuan untuk mengembangkan dan mempelajari keilmuan desain komunikasi visual secara teoritis dan pragmatis dalam konteks ...