Salah satu komponen reformasi keuangan negara Indonesia yang berupaya meningkatkan akuntabilitas dan keterbukaan dalam pengelolaan keuangan pemerintah adalah penerapan sistem akuntansi berbasis akrual. Dalam makalah ini, kesulitan dan solusi penerapan sistem akuntansi berbasis akrual di pemerintah pusat dan daerah dikaji. Studi dokumen, wawancara mendalam, dan observasi merupakan beberapa metode pengumpulan informasi yang digunakan dalam strategi penelitian kualitatif ini. Berdasarkan temuan penelitian, kendala terbesar penerapan sistem ini adalah kurangnya infrastruktur teknologi informasi, kekurangan sumber daya manusia, regulasi yang rumit, dan penolakan terhadap perubahan. Peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan dan sertifikasi, penguatan sistem informasi dan infrastruktur teknologi, koordinasi regulasi pemerintah pusat dan daerah, peningkatan dedikasi pimpinan daerah, dan penilaian rutin terhadap implementasi sistem merupakan beberapa strategi utama yang disarankan untuk mengatasi masalah tersebut. Dengan menerapkan taktik ini, diharapkan akuntansi berbasis akrual dapat berfungsi lebih efisien dan mendorong tata kelola yang baik.
Copyrights © 2025