Bengkel sepeda motor dalam skala UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) terus berkembang dan menjadi sektor penting dalam kehidupan masyarakat. Kegiatan perawatan kendaraan di bengkel menghasilkan Limbah B3 yang perlu dikelola lebih lanjut dan didorong untuk mencapai pengelolaan yang berkelanjutan. Artikel ini menganalisis kesenjangan yang terjadi pada pengelolaan Limbah B3 dari bengkel UMKM dalam mencapai keberlanjutan. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan berbagai data dari 95 responden bengkel di Kota Jakarta Timur. Sebagai pelengkap, peran usaha jasa pengelolaan Limbah B3 dalam mengelola limbah dari bengkel sepeda motor juga dikaji berdasarkan pengelolaan yang ada saat ini. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat kesenjangan yang perlu dibenahi dalam mencapai keberlanjutan, yaitu kesenjangan pengetahuan dan sikap, kesenjangan perilaku (implementasi pengelolaan Limbah B3) dan kesenjangan nilai ekonomi limbah. Untuk itu perlu adanya peningkatan pengetahuan, pembinaan dan pengawasan, penyesuaian kebijakan pengelolaan Limbah B3, serta pemilihan instrumen ekonomi yang menguntungkan. Artikel ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam menerapkan pengelolaan Limbah B3 yang berkelanjutan pada usaha di tingkat UMKM di Indonesia.
Copyrights © 2025