Amoksisilin yang mengandung gugus fungsi betalaktam sering diberikan dalam bentuk serbuk/ puyer yang diperoleh dengan menggerus tablet agar mudah ditelan oleh anak-anak. Perubahan bentuk tablet amoksisilin menjadi serbuk dan penyimpanan selama 10 hari dapat berpengaruh terhadap stabilitas dan efektivitas obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui stabilitas fisik dan efektivitas amoksisilin terhadap bakteri S. aureus dan E. coli dalam bentuk tablet yang dihancurkan. Penelitian ini meliputi penilaian stabilitas fisik serbuk amoksisilin dengan mengamati karakteristik organoleptis dan menentukan kadar air selama 10 hari penyimpanan. Selain itu, efektivitas serbuk amoksisilin terhadap S. aureus dan E. coli diuji dengan menggunakan metode Kirby-Bauer pada hari ke-1, 3, 6, 8, dan 10. Setelah penyimpanan 10 hari, puyer tidak menunjukkan perubahan stabilitas fisik, berbentuk serbuk kristal putih dengan aroma khas amoksisilin, dengan rata-rata kadar air 11,27 ± 0,06%. Uji efektivitas menunjukkan efek penghambatan yang kuat terhadap S. aureus ATCC 6598, dengan sedikit penurunan diameter zona hambat dari 45 mm pada hari pertama menjadi 42,13 mm pada hari ke-10. Namun, puyer amoksisilin tidak menunjukkan efek penghambatan terhadap E. coli ATCC 35218 mulai dari awal penyimpanan. Penelitian ini menunjukkan bahwa serbuk dari tablet amoksisilin yang digerus menunjukkan stabilitas fisik yang baik dan masih efektif terhadap S. aureus setelah disimpan selama 10 hari.
Copyrights © 2025