Hukum Boyle menyatakan bahwa pada suhu konstan, tekanan gas ideal berbanding terbalik dengan volumenya. Hubungan ini dapat diuji dengan menggunakan manometer, alat yang mengukur tekanan fluida dengan menyeimbangkan kolom fluida lainnya. Dalam penelitian ini, manometer digunakan untuk menyelidiki pengaruh tekanan terhadap volume air dan minyak. Ketika tekanan di atas cairan meningkat, volumenya berkurang. Hubungan ini diamati untuk kedua cairan, meskipun air memiliki kompresibilitas yang lebih tinggi daripada minyak. Temuan menarik dari penelitian ini adalah penerapan hukum yang umumnya berlaku pada gas ideal ternyata dapat diamati juga pada cairan, meskipun karakteristik kompresibilitas cairan berbeda. Air, yang memiliki kompresibilitas lebih tinggi dibandingkan minyak, menunjukkan penurunan volume yang lebih signifikan saat tekanan meningkat. Aspek kebaruan dari penelitian ini terletak pada eksplorasi penerapan Hukum Boyle pada cairan, yang jarang dikaji secara eksperimental, terutama dengan metode sederhana seperti manometer. Temuan ini membuka peluang pemanfaatan prinsip dasar Hukum Boyle dalam berbagai aplikasi praktis, seperti perancangan sistem hidrolik di bidang teknik, optimalisasi proses pemompaan fluida dalam industri minyak dan gas, serta studi fisiologi cairan tubuh dalam biologi. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memperkuat validitas Hukum Boyle, tetapi juga memperluas pemahaman tentang perilaku cairan di bawah tekanan dalam berbagai konteks aplikatif.
Copyrights © 2025