Dalam ilmu psikologi industri, stres karyawan dapat diartikan sebagai sebuah respons fisik, respons mental, ataupun perasaan emosional yang tidak diinginkan untuk terjadi karena suatu tuntutan atau tekanan pekerjaan yang melebihi kemampuan yang dimiliki karyawan tersebut untuk menghadapi segala tekanan tersebut. Stres karyawan dapat muncul dalam beberapa faktor, seperti beban kerja yang berlebihan, konflik antarpribadi, ketidakjelasan peran, dan ketidakpuasan terhadap benefit yang didapat. Dampak dari kondisi tersebut bisa sangat luas efeknya, seperti penurunan produktivitas bahkan sampai masalah kesehatan yang cukup serius. Pada penelitian ini, penulis menggunakan metode pendeketan secara kuantitatif dengan metode survei/kuesioner untuk mengumpulkan data yang telah diisi oleh tiap responden. Survei/kuesioner ini dilakukan secara online dengan menggunakan Google Form (G-Form) untuk memudahkan penulisan ketika proses distribusi dan pengambilan data, dengan jumlah responden sebanyak 101 orang, dengan berbagai macam latar belakang pekerjaan dan dari berbagai perusahaan yang diambil secara random. Dari hasil penelitian ini, menunjukan bahwa hasil analisis regresi linear, penelitian ini menemukan bahwa 64,1% variasi tingkat stres karyawan dapat dijelaskan oleh tiga variabel independen: deskripsi pekerjaan, benefit yang diberikan perusahaan, dan fasilitas yang diberikan perusahaan.
Copyrights © 2025