Korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang berdampak negatif terhadap stabilitas sosial, ekonomi, dan politik suatu negara. Upaya pemberantasannya di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk lemahnya koordinasi antar lembaga penegak hukum. Pemolisian kolaboratif menjadi salah satu pendekatan yang dapat meningkatkan efektivitas penegakan hukum dengan mengedepankan kerja sama antara kepolisian, instansi pemerintah, dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pemolisian kolaboratif dalam pencegahan tindak pidana korupsi serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Data dikumpulkan dari berbagai sumber akademik, seperti jurnal ilmiah, laporan kepolisian, serta dokumen resmi pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemolisian kolaboratif dapat meningkatkan efektivitas investigasi korupsi melalui koordinasi antar lembaga dan keterlibatan masyarakat. Namun, implementasinya masih terkendala ego sektoral, keterbatasan sumber daya manusia, serta kurangnya pemanfaatan teknologi dalam deteksi dini korupsi. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kerja sama lintas sektor, peningkatan perlindungan bagi pelapor korupsi, serta optimalisasi teknologi dalam sistem pengawasan keuangan negara
Copyrights © 2025