Penerapan energi terbarukan di industri perkapalan menjadi langkah strategis dalam menurunkan konsumsi bahan bakar fosil dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengevaluasi sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) pada kapal tongkang minyak (Oil barge). Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan simulasi numerik dengan Fire Dynamic Simulator (FDS) digunakan untuk menilai risiko operasional terutama terkait penempatan baterai lithium dalam ruang terbatas yang memiliki atmosfer eksplosif. Hasil kajian menunjukkan bahwa mode kegagalan overheat dan short circuit pada baterai memiliki tingkat risiko yang berada pada kategori tolerable, namun dengan potensi konsekuensi berskala catastrophic. Penerapan sistem pemadam CO₂ dan insulasi termal terbukti menurunkan risiko menjadi negligible. Studi ini menyimpulkan bahwa integrasi desain teknis dengan pendekatan manajemen risiko dapat meningkatkan keselamatan dan keandalan sistem energi alternatif di atas kapal.
Copyrights © 2025