Profesi akuntan publik dianggap menjanjikan dengan prospek cerah, namun masih banyak mahasiswa akuntansi yang kurang tertarik menekuni profesi ini, padahal kebutuhan akan akuntan publik di Indonesia masih tinggi. Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) menyatakan bahwa jumlah akuntan publik di Indonesia masih kurang untuk mengantisipasi pertumbuhan sektor bisnis. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat mahasiswa akuntansi di Semarang terhadap profesi akuntan publik. Penelitian melibatkan 100 mahasiswa Program Profesi Akuntansi (PPAk) dan Magister Akuntansi melalui kuesioner Google Form, dengan analisis data menggunakan uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghargaan finansial, pengakuan profesional, dan lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa menjadi akuntan publik. Mahasiswa mempertimbangkan gaji, tunjangan, prestise profesi, kenyamanan, kesempatan pengembangan karier, dan keseimbangan kerja-hidup. Namun, sertifikasi profesional (CPA dan CA) dan pertimbangan pasar kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa.
Copyrights © 2025