Penilaian daur hidup proses produksi industri di Indonesia menunjukkan keberhasilannya dalam mendorong industri untuk melakukan pengelolaan lingkungan. LCA menjadi syarat yang secara teknis harus dipenuhi oleh perusahaan. Berdasarkan informasi di website Indonesian Life Cycle Assessment Network (ILCAN), kajian LCA Indonesia saat ini masih dalam tahap pengembangan dan diketahui publikasi ilmiah tentang LCA di Indonesia relatif sedikit dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya, khususnya di bidang industri manufaktur. Oleh karena itu, untuk mengetahui dan dan mengevaluasi sejauh mana dampak lingkungan yang dihasilkan dari proses produksi Lysine sehingga perlu dilakukan kajian secara ilmiah. Tujuan dari penelitian yaitu, untuk mengkaji dampak dari proses produksi Lysine dan dapat mengidentifikasi peluang perbaikan pada proses produksi. Metode LCA dilakukan melalui empat tahap yaitu goal and scope, Life Cycle Inventory (LCI), Life Cycle Impact Assessment (LCIA) dan interpretasi hasil dengan menggunakan software open LCA. Metode yang digunakan dalam software adalah CML IA Baseline. Jenis dampak yang dilakukan penilaian, yaitu Global Warming Potential (GWP), eutrofication, dan photochemical oxidation. Dari analisa LCA, dampak terbesar dari produksi Lysine adalah global warming potential dengan kontribusi 89%. Hal ini dapat terjadi karena dalam prosesnya dibutuhkan steam yang dihasilkan dari pembakaran batubara, sehingga dihasilkan gas rumah kaca yang dilepas ke atmosfer. Dalam upaya penurunan dampak lingkungan yang dihasilkan, perusahaan dapat mengoptimasi penggunaan steam pada evaporator dan dryer serta menggunakan metode Co-Firing dalam penggunaan bahan bakar untuk menghasilkan steam.
Copyrights © 2025