Sungai Brantas merupakan sumber air utama bagi masyarakat Jawa Timur. Kawasan hilir Sungai Brantas rentan terhadap pencemaran karena akumulasi limbah dari hulu dan semakin parah dengan adanya aktivitas pembuangan limbah cair oleh industri kertas. Pemanfaatan indikator biologi seperti makroinvertebrata sangat diperlukan karena adanya kemampuan yang dimilikinya terhadap tingkat toleransi dan bersifat responsif terhadap perubahan kondisi yang terjadi pada ekosistem sungai. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melakukan analisis kualitas air pada aliran anak sungai Brantas berdasarkan metode Biotilik. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Adapun analisis data pada penelitian ini dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan mengacu pada kriteria indeks biologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air aliran anak sungai Brantas berdasarkan metode Biotilik pada stasiun SMB yang merupakan kawasan hilir dengan kriteria tercemar berat, memiliki tingkat keanekaragaman rendah dan terdapat dominansi suatu spesies. Kondisi tersebut berbanding terbalik pada stasiun Hulu. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa aliran anak sungai Brantas memiliki tingkat pencemaran lebih tinggi pada kawasan hilir daripada kawasan hulu. Diperlukan pengelolaan limbah yang lebih baik, pemantauan air, rehabilitasi ekosistem, edukasi, dan penegakan hukum untuk mengurangi pencemaran anak sungai Brantas.
Copyrights © 2025