Chiller adalah mesin yang menghilangkan panas dari cairan melalui siklus refrigerasi, terdiri dari kompresor, kondensor, katup ekspansi, dan evaporator. Penggunaan chiller dalam sistem pendingin udara sentral dapat mencapai 50-60% dari total energi gedung, mengakibatkan biaya listrik yang tinggi terutama pada jam puncak. Tingginya konsumsi energi pada sistem pendingin udara mendorong perlunya evaluasi dan optimalisasi untuk penghematan energi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban pendinginan dan efisiensi energi dari chiller dengan satu dan dua kompresor di sebuah perusahaan produksi plastik di Sukoharjo, Jawa Tengah. Pengambilan data dilakukan pada dua jadwal penggunaan kompresor yang berbeda, yaitu siang dan malam hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan dua kompresor lebih cepat dalam menurunkan suhu dan meningkatkan kualitas produksi dengan nilai elongasi dan tenacity yang lebih baik. Namun, penggunaan dua kompresor juga mengonsumsi lebih banyak energi listrik, mencapai 1.569,195 kWh/hari, dibandingkan satu kompresor yang hanya 768,698 kWh/hari. Penggunaan satu kompresor lebih hemat energi tetapi pendinginan lebih lambat. Kinerja chiller pada penggunaan dua kompresor lebih efisien dalam penurunan suhu tetapi lebih boros energi, sedangkan satu kompresor lebih hemat energi namun kurang efisien dalam pendinginan. Disarankan penggunaan satu kompresor di malam hari untuk pembuatan gulungan kecil dengan kecepatan mesin 375 rpm, dan dua kompresor di siang hari untuk gulungan besar dengan kecepatan 475 rpm, mempertimbangkan kebutuhan operasional dan biaya energi.
Copyrights © 2024