Fenomena gender swapping digunakan roleplayer K-Pop di Telegram sebagai bentuk eksplorasi identitas. Penelitian ini bertujuan mengetahui konstruksi identitas gender virtual dalam gender swapping serta faktor-faktor yang memengaruhinya di dunia virtual. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan konstruksi identitas gender virtual terjadi secara kompleks, dipengaruhi faktor sosial dan budaya. Faktor pendorongnya meliputi kenyamanan interaksi, pencarian diri, dan dinamika komunitas yang lebih menerima identitas tertentu. Kesimpulannya, dunia virtual memberi ruang eksplorasi perspektif gender dan interaksi sosial, namun tetap membutuhkan kesadaran diri menjaga batas antara identitas virtual dan realitas.
Copyrights © 2025